BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kehidupan sosial ekonomi yang terjadi di masyarakat termasuk umat Islam selama ini telah banyak terjadi pelanggaran dan meninggalkan nilai-nilai atau ajaran agama dalam hal ini Islam. Ajaran-ajaran Islam dalam berekonomi seperti larangan Magrib (Maisir, Gharar dan Riba), menimbun atau mempermainkan penawaran (ikhtikar), mempermainkan permintaan (najasy), menipu (tadlis), taghrir, menjual bukan miliknya (bai’ al ma’dum), curang dalam timbangan, eksploitasi sumber daya alam secara serampangan, pemborosan, keserakahan dan sebagainya telah banyak dipraktekan dalam kehidupan ekonomi sehari-harinya dan seolah-olah telah menjadi kebenaran serta keharusan. Pelanggaran syariah dalam berekonomi tersebut telah menyebabkan krisis ekonomi termasuk krisis pada pertengahan 1997 dan financial global pada akhir 2008. Islam sebagai ajaran yang universal dan integral, telah mengatur segala aspek kehidupan manusia, baik di bidang sosial, budaya, politik, hukum, pertahanan keamanan maupun bidang ekonomi dan keuangan. Seiring berkembangnya nilai-nilai Islam di tengah masyarakat setelah runtuhnya ajaran komunisme yang berpusat di Sovyet pada tahun 1990-an, sehingga Samuel Paul Hantington menyatakan bahwa setelah komunis runtuh ancaman bagi negara-negara barat adalah peradaban Islam .
B. Rumusan Masalah
1. Siapa tokoh pemikir ekonomi islam madzhab alternatif ?
2. Apa saja karya dan pemikiran dari tokoh-tokoh tersebut ?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui biografi dari tokoh pemikir ekonomi islam madzhab alternatif.
2. Untuk mengetahui karya-karya dan buah pikiran dari tokoh pemikir ekonomi islam madzhab alternative.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pemikiran Ekonomi Menurut Umer Chapra
Tokoh pemikiran ekonomi islam madzhab alternative yang paling terkenal ialah M.Umer Chapra , beliau lahir di Bombay, India pada tanggal 1 Februari 1993. Ayahnya bernama Abdul Karim Chapra. Chapra dilahirkan dalam keluarga yang taat beragama, sehingga ia tumbuh menjadi sosok yang mempunyai karakter yang baik.. Masa kecilnya ia habiskan di tanah kelahirannya hingga berumur 15 tahun. Kemudian ia pindah ke Karachi untuk meneruskan pendidikannya disana sampai meraih gelar Ph.D dari Universitas Minnesota. Dalam umurnya yang ke 29 ia mengakhiri masa lajangnya dengan menikahi Khairunnisa Jamal Mundia tahun 1962, dan mempunyai empat anak, Maryam, Anas, Sumayyah dan Ayman1.
Dalam karir akademiknya DR. M. Umer Chapra mengawalinya ketika mendapatkan medali emas dari Universitas Sindh pada tahun 1950 dengan prestasi yang diraihnya sebagai urutan pertama dalam ujian masuk dari 25.000 mahasiswa. Setelah meraih gelar S2 dari Universitas Karachi pada tahun 1954 dan 1956, dengan gelar B.Com / B.BA ( Bachelor of Business Administration ) dan M.Com / M.BA ( Master of Business Administration ), karir akademisnya berada pada tingkat tertinggi ketika meraih gelar doktoralnya di Minnesota, Minneapolis. Pembimbingnya, Prof. Harlan Smith, memuji bahwa Chapra adalah seorang yang baik hati, mempunyai karakter yang baik dan kecemerlangan akademis. Menurut Profesor ini, Chapra adalah orang yang terbaik yang pernah dikenalnya, bukan hanya dikalangan mahsiswa namun juga seluruh fakultas2. DR. Umer Chapra terlibat dalam berbagai organisasi dan pusat penelitian yang berkonsentrasi pada ekonomi Islam. Saat ini dia menjadi penasehat pada Islamic Research and Training Institute (IRTI) dari IDB Jeddah. 1 http://www.mail-archive.com/ekonomi-syariah@yahoogroups.com/msg010814.html 2 Ibid Sebelumnya ia menduduki posisi di Saudi Arabian Monetary Agency (SAMA) Riyadh selama hampir 35 tahun sebagai penasihat peneliti senior. Aktivitasnya di lembaga-lembaga ekonomi Arab Saudi ini membuatnya di beri kewarganegaraan Arab Saudi oleh Raja Khalid atas permintaan Menteri Keuangan Arab Saudi, Shaikh Muhammad Aba al-Khail. Lebih kurang selama 45 tahun beliau menduduki profesi diberbagai lembaga yang berkaitan dengan persoalan ekonomi diantaranya 2 tahun di Pakistan, 6 tahun di Amerika Serikat, dan 37 tahun di Arab Saudi. Selain profesinya itu banyak kegiatan ekonomi yang dikutinya, termasuk kegiatan yang diselenggarakan oleh lembaga ekonomi dan keuangan dunia seperti IMF, IBRD, OPEC, IDB, OIC dan lain-lain. Beliau sangat berperan dalam perkembangan ekonomi Islam. Ide-ide cemerlangnya banyak tertuang dalam karangan-karangannya. Kemudian karena pengabdiannya ini beliau mendapatkan penghargaan dari Islamic Development Bank dan meraih penghargaan King Faisal International Award yang diperoleh pada tahun 1989.Beliau adalah sosok yang memiliki ide-ide cemerlang tentang ekonomi islam. Telah banyak buku dan artikel tentang ekonomi islam yang sudah diterbitkan samapai saat ini telah terhitung sebanyak 11 buku, 60 karya ilmiah dan 9 resensi buku. Pendapat M. Umer Chapra terhadap ekonomi Islam pernah dikatakannya dan didefinisikannya sebagai berikut: Ekonomi Islam didefinisikan sebagai sebuah pengetahuan yang membantu upaya realisasi kebahagiaan manusia yang berada dalam koridor yang mengacu pada pengajaran Islam tanpa memberikan kebebasan individu atau tanpa perilaku makro ekonomi yang berkesinambungan dan tanpa ketidakseimbangan lingkungan. Beliau membandingkan tentang ekonomi konvensional dengan ekonomi islam yang terdapat dalam bukunya yang berjudul The Future Of Economics An Islamic Perspective. antara ekonomi konvensional dengan ekonomi Islam karena kajian antara keduanya hampir sama, yaitu; alokasi dan distribusi sumber daya ekonomi yang terbatas terhadap kebutuhan4.
3 Ibid
4 M. Umer Chapra, Islam and The Economic Challenge, terjemah Ikhwan Abidin basri : Islam dan Tantangan Ekonomi (Jakarta, Gema Insani Press dan Tazkia Institute, 2000)., hlm. 15
Ekonomi menjelaskan bagaimana memuaskan semua tuntutan dari setiap orang dan kelompok masyarakat jika sumber daya yang tersedia sangat terbatas. Permasalahnnya adalah tuntutan apa saja yang harus dipenuhi dan bagaimana memenuhinya. Jawabannya adalah dengan menggunakan cara khusus agar masyarakat bisa mencapai visinya. Visi ini terkait dengan cita-cita atau harapan di masa depan. Visi ini berbeda antara satu masyarakat dengan masyarakat lainnya. Misalnya, visi tentang kesejahteraan (well-being). Menurut ekonomi konvensional, kesejahteraan adalah pencapaian yang bersifat materialis dan hedonis. Ekonomi konvensional melulu berusaha memenuhi tujuan individu untuk memperoleh keuntungan individu (self-interest). Tujuan hidup manusia hanya untuk memaksimalkan kekayaan dan konsumsi. Tapi, kalau ekonomi berbicara tentang kesejahteraan manusia dalam pengertian yang komprehensif, mestinya cakupannya tidak terbatas pada variabel ekonomi saja tapi juga moral, psikologi, sosial, politik, demografi dan sejarah5.
Terdapat lembaga dalam masyarakat yaitu, pasar, masyarakat dan negara. Keluarga adalah yang terpenting karena memebrikan masukan sumber daya manusia bagi pasar dan negara. Selera, visi dan motivasi individu ditempa dalam keluarga ini. Pembatasan keinginan individu dilakukan dengan pengorbanan kepada keluarga, karena ada kemauan untuk berbagi dengan keluarga. Pasar dan negara juga beroperasi secara efisien jika setiap individu berlaku sama dalam memenuhi kebutuhan diri. Akhirnya, setiap individu dituntut melakukan pengorbanan terhadap kepentingan pribadi demi memenuhi kemaslahatan keluarga, pasar dan negara. Tanpa ini, kesejahteraan yang hakiki atau keinginan untuk berkorban demi orang lain tidak akan tercapai. Untuk mewujudkan ini, kekuatan motivasi lain seperti agama tidak bisa dinafikan. Pencapaian kesejahteraan harus melihat aspek materi dengan agama saling terkait6.
5 M. Umer Chapra, The Future Of Economics An Islamic Perspective, terjemah, Ikhwan Abidin Basri : Masa Depan Ilmu Ekonomi, Sebuah Tinjauan Islam (Bandung, Gema Insani, 2001), hlm 23
6 Ibid., hlm. 25
B. Pemikiran Ekonomi Menurut Adiwaraman Karim
Sementara itu dari Indonesia sendiri memiliki tokoh pemikir ekonomi islam,yakni Adiwarman Karim. Beliau Lahir di Jakarta, 29 Juni l963. Ayahnya berasal dari Padang, daerah yang banyak menghasilkan ulama-ulama terkenal. Semula ayahnya seorang jaksa, tapi kemudian mengundurkan diri dan lebih memilih menjadi pengacara. Adi lahir empat bersaudara, semuanya laki-laki dan sarjana hukum, kecuali Adi sendiri yang `menyimpang'menjadi sarjana ekonomi. Sejak kecil ia sudah dikenalkan dengan pendidikan agama. Tetapi ketika remaja, Adi sempat terseret pergaulan anak-anak ibukota. Ia lebih senang hura-hura dan disko ketimbang belajar atau ngaji. "Koleksi kaset dan piringan hitamnya masih saya simpan sampai sekarang," katanya. Beruntung otaknya encer, sehingga bisa melewati jenjang sekolah menengah dengan cukup baik. Tetapi sikap suka hura-huranya tetap melekat hingga ia kuliah di IPB Bogor jurusan Ekonomi Pertanian. Akibatnya, nilainya jeblok. Sadar dengan itu, ia berusaha melepaskan diri dari pergaulan teman-temannya yang tak terkontrol. Caranya, ia mengambil kuliah lagi di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Lulus dari IPB tahun l986, kemudian melanjutkan ke European University, Belgia, untuk mengambil gelar MBA. Uniknya, kuliahnya di UI diselesaikan setelah setahun ia meraih MBA. Belum puas dengan ilmu yang telah diraih, tahun l992 Adi mengambil master di Boston University, Amerika Serikat atas beasiswa USAID. Thesis masternya tentang Bank Islam di Iran7.
Kajian sistem ekonomi beliau membahas tentang masalah perbankan.. Perkembangan sitem perbankan Syari’ ah tidak lepas dari keinginan masyarakat Islam untuk menjalankan transaksi ekonomi yang sesuai dengan ketentuan syari’at. Islam adalah suatu pandangan/ cara hidup yang mengatur semua aspek kehidupan, maka tidak ada satupun aspek yang terlepas dari ajaran islam, termasuk aspek ekonomi.
7 http://indramunawar.blogspot.com/2009/04/islam-dan-perbankan-syariah.html
Dalam Ushul Fiqh, ada kaidah yang menyatakan bahwa “maa laa yatimmal wajib illa bihi fa huwa wajib”, yakni sesuatu yang harus ada untuk menyempurnakan yang wajib, maka ia wajib diadakan. Mencari nafkah (melakukan kegiatan ekonomi) adalah wajib. Karena pada zaman modern ini kegiatan perekonomian tidak akan sempurna tanpa adanya lembaga perbankan, lembaga perbankan ini wajib diadakan. Dengan demikian, maka kaitan antara Islam dengan perbankan menjadi jelas8.
Kelahiran Lembaga Keuangan Islam
Negara Muslim mulai mengenal sistem perbankan modern pada abad 19. Bank bank tersebut didirikan di kota - kota besar. Lambat laun, seiring dengan perkembagan sosial, banyak bank pribumi yang didirikan .
Di dalam sejarah perekonomian umat Islam, pembiayaan yang dilakukan dengan akad yang sesuai syari’ah telah menjadi bagian dari tradisi umat Islam sejak zaman Rasulullah SAW. Praktik praktik menerima titipan harta, meminjamkan uang untuk keperluan konsumsi dan bisnis, serta melakukan pengiriman uang telah lazim dilakukan.
Dengan demikian fungsi utama perbankan modern, yaitu menerima deposit, menyalurkan dana, dan melakukan transfer dana telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan umat Islam pada msa Raslullah SAW.
Pada perkembangan berikutnya kegiatan yang dilakukan perorangan kemudian dilakukan institusi yang saat ini dikenal dengan bank. Ketika bangsa Eropa mulai menjalankan praktek perbankan, persoalan mulai timbul karena transaksi tersebut menggunakan instrument bunga yang dalam pandangan fiqh adalah riba, sehingga diharamkan9.
8 Adiwarman Karim,Bank Islam:analisis fiqih dan keuangan,Jakarta,Rajagrafindo,hlm.6
9 Ibid,hlm.8
Setelah Raja Henry VIII wafat, digantikan Raja Edward VI yang membatalkan kebolehan bunga uang, tapi hal ini tidak berlangsung lama. Ketika wafat, ia digantikan Ratu Elizabeth I yang kembali memperbolehkan bunga uang. Ketika mulai bangkit dari keterbelakangannya bangsa Eropa melakukan penjelajahan ke seluruh penjuru dunia, sehingga seluruh aktivitas perekonomian didominasi bangsa Eropa. Pada saat yang sama, peradaban muslim sedang mengalami kemerosotan dan Negara - negara muslim satu persatu jatuh ke tangan penjajahan Eropa. Akibatnya, institusi-institusi perekonomian umat Islam runtuh digantikan institsi ekonomi bangsa Eropa . Keadaan ini berlangsung terus sampai zaman modern ini, sehingga mayoritas bank saat ini adalah warisan bangsa Eropa yang notabene berbasis bunga. Usaha modern pertama untuk mendirikan Bank tanpa bunga dilakukan di Malaysia pada tahun 1940-an, tetapi usaha itu tidak sukses. Eksperimen lain dilakukan di Pelestina pada akhir 1950, dimana didirikan lembaga perkreditan tanpa bunga dilakukan di pedesaan Negara itu. Namun, pendirian Bank Syari’ah paling sukses dan inovatif adalah di Mesir pada 1963, dengan berdirinya Mit Ghamr Local Saving Bank.Bank ini mendapat sambutan hangat dari Mesir, khususnya kalangan petani dan masyarakat pedesaan. Namun sayang , karena adanya kekacauan di Mesir mit Ghamr mengalami kemunduran, sehingga operasionalnya diambil alih oleh National Bank Of Egypt dan Bank sentral Mesir pada 1967. Hal ini mengakibatkan prinsip bank tanpa bunga mulai ditinggalkan10.
Pada 1971 konsep tanpa bunga mulai bankit kembali pada rezim Sadat melalui berdirinya Nasser Social Bank. Tujuannya untuk menjalankan kembali bisnis yang berdasarkan konsep yang telah dipraktikkan Mit Ghamr. Kesuksesan Mit Ghamr ini menginspirasi berdirinya IDB (International Development Bank) pada Oktober 197511.
10 Ibid,hlm.10
11 Ibid,hlm.10
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Tokoh pemikiran ekonomi islam madzhab alternative yang paling terkenal adalah M. Umer Chapra,sedangkan dari pemikir ekonomi islam dari Indonesia ialah Adiwarman Karim.
Pendapat M. Umer Chapra terhadap ekonomi Islam pernah dikatakannya dan didefinisikannya sebagai berikut: Ekonomi Islam didefinisikan sebagai sebuah pengetahuan yang membantu upaya realisasi kebahagiaan manusia yang berada dalam koridor yang mengacu pada pengajaran Islam tanpa memberikan kebebasan individu atau tanpa perilaku makro ekonomi yang berkesinambungan dan tanpa ketidakseimbangan lingkungan. Beliau membandingkan tentang ekonomi konvensional dengan ekonomi islam yang terdapat dalam bukunya yang berjudul The Future Of Economics An Islamic Perspective. antara ekonomi konvensional dengan ekonomi Islam karena kajian antara keduanya hampir sama, yaitu; alokasi dan distribusi sumber daya ekonomi yang terbatas terhadap kebutuhan.
DAFTAR PUSTAKA
M. Umer Chapra, Islam and Economic Development, terjemah Ikhwan Abidin basri : Islam dan Pembangunan Ekonomi.Jakarta: Gema Insani Press dan Tazkia Institute.
M. Umer Chapra.2001.The Future Of Economics An Islamic Perspective, terjemah, Ikhwan Abidin Basri : Masa Depan Ilmu Ekonomi, Sebuah Tinjauan Islam.Bandung:Gema Insani.
Karim,Adiwarman.2004.BankIslam:analisis fiqih dan keuangan.Jakarta:Raja grafindo
http://indramunawar.blogspot.com/2009/04/islam-dan-perbankan-syariah.html
http://www.mail-archive.com/ekonomi-syariah@yahoogroups.com/msg010814.html
Minggu, 17 Oktober 2010
Selasa, 03 Agustus 2010
Agama dan Kekerasan (dalam transisi demokrasi di Indonesia)
RESENSI
Judul buku : Agama dan Kekerasan (dalam transisi demokrasi di Indonesia)
Penulis : Haqqul Yaqin
Editor : A. Rofiq Adnan
Layout : Yovie Aufa Firdaus
Penerbit : eLSAQ Press
Cetakan I : Agustus 2009
Tebal : vii+198 Halaman
Kelebihan buku ini diantaranya yaitu membahas banyak tentang ajaran kebaikan, ramah, dan sikap baik dari berbagai agama, baik itu tingkah laku baik dari kalangan muslim ataupun dari non muslim. Namun yang lebih tercermin sikap keras / kekerasan yang terdapat dalam agama itu sendiri.
Kekurangan dalam buku ini terlalu banyak bahasa ilmiah, sehingga bagi pembaca yang masih minim dalam pembendaharaan kata-kata ilmiah sulit untuk memahami isi yang terkandung dalam bacaan.
Buku Agama dan Kekerasan ini adalah sebuah karya dari seorang penulis yang bernama Haqqul Yaqin yang lahir Sumenep Madura. Haqqul Yaqin adalah lulusan dari Fakultas Adab IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, yang sekarang menjadi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, jurusan Bahasa dan Sastra Arab.
Pengalaman organisasi beliau adalah menjadi ketua himpunan mahasiswa jurusan Bahasa Dan Sastra Arab (HMJ BSA) Fak. Adab IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (1994-1996). Anggota badan perwakilan mahasiswa fakultas (BPMF), Fak. Adab IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (1994-1996). Anggota senat mahasiswa institut (SMI), IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (1994-1996). Koord. Kaderasi PMII Rayon Fak. Adab IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (1995-1996). Koord. Balitbang PMII Komisariat IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (1996-1997). Koord. Balitbang PMII Cabang DI. Yogyakarta (1997-1998).
Pengalaman kerjanya diantaranya adalah Sebagai dosen Fak. Ushuluddin IAIN Sunan Ampel Surabaya, DPK pada Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Zainul Hasan Genggong Kraksaan Probolinggo. Staf pengajar pada Institut Agama Islam Nurul Jadid Paiton Probolinggo.
Beberapa karya tulis dan penelitiannya antara lain : Pengantar Metodologi Penelitian Dasar, DESANTARA dan Elkaf, Surabaya, Okt 2007. Analisis Ideologi (trans), IRCiSoD, Yogyakarta, juli 2003. Mengenal syahrur dan corak pemikirannya, mazhabuna, BEMJ Fak. Syariah, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 2003. Teori – Teori Dasar Pemikiran Modern Dalam Islam, Komunitas, IAI Nurul Jadid, April 2005. Membangun gerakan kuktural, aspiratif, BEM STAI Zainul Hasan, Agustus 2006. Harga Diri Bangsa, aspiratif, BEM STAI Zainul Hasan, Juli 2007. Antar akomodasi dan resistensi, aspiratif, BEM STAI Zainul Hasan, Juli 2008.
Judul buku : Agama dan Kekerasan (dalam transisi demokrasi di Indonesia)
Penulis : Haqqul Yaqin
Editor : A. Rofiq Adnan
Layout : Yovie Aufa Firdaus
Penerbit : eLSAQ Press
Cetakan I : Agustus 2009
Tebal : vii+198 Halaman
Kelebihan buku ini diantaranya yaitu membahas banyak tentang ajaran kebaikan, ramah, dan sikap baik dari berbagai agama, baik itu tingkah laku baik dari kalangan muslim ataupun dari non muslim. Namun yang lebih tercermin sikap keras / kekerasan yang terdapat dalam agama itu sendiri.
Kekurangan dalam buku ini terlalu banyak bahasa ilmiah, sehingga bagi pembaca yang masih minim dalam pembendaharaan kata-kata ilmiah sulit untuk memahami isi yang terkandung dalam bacaan.
Buku Agama dan Kekerasan ini adalah sebuah karya dari seorang penulis yang bernama Haqqul Yaqin yang lahir Sumenep Madura. Haqqul Yaqin adalah lulusan dari Fakultas Adab IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, yang sekarang menjadi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, jurusan Bahasa dan Sastra Arab.
Pengalaman organisasi beliau adalah menjadi ketua himpunan mahasiswa jurusan Bahasa Dan Sastra Arab (HMJ BSA) Fak. Adab IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (1994-1996). Anggota badan perwakilan mahasiswa fakultas (BPMF), Fak. Adab IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (1994-1996). Anggota senat mahasiswa institut (SMI), IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (1994-1996). Koord. Kaderasi PMII Rayon Fak. Adab IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (1995-1996). Koord. Balitbang PMII Komisariat IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (1996-1997). Koord. Balitbang PMII Cabang DI. Yogyakarta (1997-1998).
Pengalaman kerjanya diantaranya adalah Sebagai dosen Fak. Ushuluddin IAIN Sunan Ampel Surabaya, DPK pada Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Zainul Hasan Genggong Kraksaan Probolinggo. Staf pengajar pada Institut Agama Islam Nurul Jadid Paiton Probolinggo.
Beberapa karya tulis dan penelitiannya antara lain : Pengantar Metodologi Penelitian Dasar, DESANTARA dan Elkaf, Surabaya, Okt 2007. Analisis Ideologi (trans), IRCiSoD, Yogyakarta, juli 2003. Mengenal syahrur dan corak pemikirannya, mazhabuna, BEMJ Fak. Syariah, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 2003. Teori – Teori Dasar Pemikiran Modern Dalam Islam, Komunitas, IAI Nurul Jadid, April 2005. Membangun gerakan kuktural, aspiratif, BEM STAI Zainul Hasan, Agustus 2006. Harga Diri Bangsa, aspiratif, BEM STAI Zainul Hasan, Juli 2007. Antar akomodasi dan resistensi, aspiratif, BEM STAI Zainul Hasan, Juli 2008.
Agama dan Kekerasan dalam Transisi Demokrasi di Indonesia
Judul Buku : Agama dan Kekerasan dalam Transisi Demokrasi di Indonesia
Penulis : Haqqul Yaqin
Penerbit : eLSAQ Press, Yogyakarta
Cetakan : Pertama, Agustus 2009
Tebal : vii + 196 halaman
Harga : Rp 29.000,-
Peresensi : Supriyadi*
Ledakan bom di Mega Kuningan yang meluluhlantahkan hotel berbintang JW Marriott dan Ritz Carlton beberapa waktu lalu, sangat menyedot perhatian publik. Sorotan terhadap aksi terorisme pun tidak dapat disangkal lagi. Dan memang terbukti hal itu adalah aksi dari pada terorisme. Opini publik pun mengarah kepada para radikalis Islam yang mana mempunyai jaringan teroris. Noordin M Top sebagai teroris nomor satu di Indonesia, menjadi dalang dari peristiwa-peristiwa terorisme yang selama ini terjadi di Indonesia. Islam sebagai agama diaku oleh para teroris sebagai legitimasi pembenaran aksi terorisme mereka. Tidak aneh jika Islam kini menjadi sorotan.
Haqqul Yaqin dalam bukunya yang berjudul “Agama dan Kekerasan dalam Transisi Demokrasi di Indonesia” menyangkal bahwa agama dijadikan sebagai legitimasi atas kekerasan seperti pembenar aksi terorisme. Misi agama adalah sebagai media perdamaian umat, bukan pembenar atas tindakan kekerasan. Hal itu berlaku bagi seluruh agama bahwa agama tidak mengajarkan kekerasan.
Peristiwa terorisme di dua hotel berbintang, yakni JW Marriott dan Ritz Carlton tersebut sangat menyudutkan agama terutama Islam sebagai pembenar adanya aksi kekerasan. Hal itu dikarenakan para teroris tersebut mengatasnamakan agama (Islam) sebagai landasan dan argumen mereka. Padahal, hal itu tidaklah benar.
Akibatnya, dengan ketat setiap gerakan Islam kini diawasi segala tindakannya. Terutama lembaga pendidikan Islam seperti pondok pesantren yang mana disinyalir mengajarkan pendidikan kekerasan kepada para santrinya. Hal itu sangat memprihatinkan, Islam yang dalam sejarahnya datang ke Indonesia secara damai dan toleransi terhadap tradisi lokal, kini menjadi obyek yang seolah-olah disalahkan.
Ajaran Kekerasan
Kekerasan adalah suatu aksi yang mana mengakibatkan kerugian pada pihak lain. Kekerasan lahir dari sikap amoral brutal. Tidak ada pembenaran atas amoralitas yang mana menjadi dasar dari pada kekerasan. Sementara itu, agama bersifat sakral yang mana sangat menjunjung dan mengedepankan perdamaian. Dengan demikian, agama mustahil mengajarkan kekerasan. Akan tetapi, sebagian umat beragama seringkali mengatasnamakan agama atas aksi kekerasannya sebagai legitimasinya.
Semua agama menolak kekerasan sebagai prinsip dalam melakukan suatu tindakan. Pada dasarnya kekerasan adalah prinsip yang bersifat amoral karena kekerasan selalu mengandaikan pemaksaan kehendak terhadap pihak lain yang berarti pelanggaran terhadap asas kebebasan dalam interaksi sosial. Karena itu, setiap tindakan kekerasan yang mengatasnamakan agama merupakan suatu sikap oxymoron (hal. 2).
Kekerasan yang mengatasnamakan agama pada dasarnya tidak ada pembenarannya. Barangkali, pelaku kekerasan yang mengatasnamakan agama berangkat dari penafsiran teks-teks kitab suci. Kitab suci merupakan pedoman bagi umat beragama karena dalam kitab suci tersebut mengandung ajaran-ajaran atau doktrin-doktrin.
Hanya saja, penafsiran antara seorang dengan orang yang lain tidaklah berakhir pada hasil yang sama. Penafsiran terhadap kitab suci terkadang disesuaikan dengan kultur, karakter manusia, kekuatan berpikir, politik, rasionalitas, dan pemahaman yang berbeda pada masing-masing mufassir (penafsir). Hal itu juga terjadi pada ayat-ayat yang melandasi aksi kekerasan yang mana ditafsirkan oleh mufassir sebagai argumen legitimasi atas aksi kekerasan tersebut.
Hal itu tidaklah benar adanya, meski bersumber dari teks kitab suci, akan tetapi akhirnya adalah terletak pada si mufassir itu. Jika mufassir itu menafsirkan demikian, maka itulah yang dianut sehingga melahirkan suatu implementasi dan pengamalan ajaran dari kitab suci. Namun jika dilihat dari sisi esensial agama, hal itu tentunya sangat kontradiktif mengingat agama pada dasarnya adalah misionaris perdamaian untuk kehidupan di dunia dan akhirat. Jadi mufassir yang menafsirkan ayat dari kitab suci sebagai landasan kekerasan adalah salah menafsirkan.
Agama dan kekerasan adalah dua persoalan yang saling menegasikan dan tidak mungkin dikonvergensikan dalam satu bentuk pemahaman yang utuh. Agama mengakui kekerasan sebagai perumpamaan dari realitas dunia yang tidak ideal, sarat dengan hawa nafsu dan keberdosaan. Karena itu kekerasan yang secara konstitutif inheren dalam agama justru diarahkan untuk menegasikan realisasi praktik-praktik kekerasan itu sendiri. Kekerasan dalam agama adalah hukuman yang dikenakan untuk anggota komunitas umat yang terbukti tidak mematuhi perintah Tuhan sebagaimana terdapat dalam ajaran agama (hal. 43).
Keterkaitannya dengan fenomena pengeboman hotel JW Marriott dan Ritz Carlton beberapa waktu lalu, pelaku dari pengeboman tersebut adalah teroris yang mengatasnamakan agama (Islam) dalam aksinya. Islam kemudian dijadikan sebagai kambing hitam atas sakralitas aksi terorisme yang dianggap sebagai jihad. Hal itu mengakibatkan citra Islam menjadi buruk di mata dunia. Dunia (terutama orang-orang Barat) mengklaim Islam sebagai agama teroris, yakni pembenar aksi-aksi terorisme. Padahal, Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin yang berarti rahmat (kasih sayang) bagi seluruh alam. Akan tetapi, makna tersebut menjadi terbalik menjadi ancaman (kekerasan) bagi seluruh alam, karena aksi para teroris tersebut.
Dengan membaca buku yang berjudul “Agama dan Kekerasan dalam Transisi Demokrasi di Indonesia”, para pembaca diajak untuk menyelami makna agama secara orisinil beserta ajarannya yang tidak mengajarkan kekerasan. Buku tersebut layak dipublikasikan dengan tujuan untuk menepis anggapan bahwa aksi terorisme atau kekerasan itu diajarkan oleh agama (Islam). Dengan demikian, umat beragama harus menyadari makna agama secara total sehingga doktrin kekerasan berkedok agama mampu ditepis.
Penulis : Haqqul Yaqin
Penerbit : eLSAQ Press, Yogyakarta
Cetakan : Pertama, Agustus 2009
Tebal : vii + 196 halaman
Harga : Rp 29.000,-
Peresensi : Supriyadi*
Ledakan bom di Mega Kuningan yang meluluhlantahkan hotel berbintang JW Marriott dan Ritz Carlton beberapa waktu lalu, sangat menyedot perhatian publik. Sorotan terhadap aksi terorisme pun tidak dapat disangkal lagi. Dan memang terbukti hal itu adalah aksi dari pada terorisme. Opini publik pun mengarah kepada para radikalis Islam yang mana mempunyai jaringan teroris. Noordin M Top sebagai teroris nomor satu di Indonesia, menjadi dalang dari peristiwa-peristiwa terorisme yang selama ini terjadi di Indonesia. Islam sebagai agama diaku oleh para teroris sebagai legitimasi pembenaran aksi terorisme mereka. Tidak aneh jika Islam kini menjadi sorotan.
Haqqul Yaqin dalam bukunya yang berjudul “Agama dan Kekerasan dalam Transisi Demokrasi di Indonesia” menyangkal bahwa agama dijadikan sebagai legitimasi atas kekerasan seperti pembenar aksi terorisme. Misi agama adalah sebagai media perdamaian umat, bukan pembenar atas tindakan kekerasan. Hal itu berlaku bagi seluruh agama bahwa agama tidak mengajarkan kekerasan.
Peristiwa terorisme di dua hotel berbintang, yakni JW Marriott dan Ritz Carlton tersebut sangat menyudutkan agama terutama Islam sebagai pembenar adanya aksi kekerasan. Hal itu dikarenakan para teroris tersebut mengatasnamakan agama (Islam) sebagai landasan dan argumen mereka. Padahal, hal itu tidaklah benar.
Akibatnya, dengan ketat setiap gerakan Islam kini diawasi segala tindakannya. Terutama lembaga pendidikan Islam seperti pondok pesantren yang mana disinyalir mengajarkan pendidikan kekerasan kepada para santrinya. Hal itu sangat memprihatinkan, Islam yang dalam sejarahnya datang ke Indonesia secara damai dan toleransi terhadap tradisi lokal, kini menjadi obyek yang seolah-olah disalahkan.
Ajaran Kekerasan
Kekerasan adalah suatu aksi yang mana mengakibatkan kerugian pada pihak lain. Kekerasan lahir dari sikap amoral brutal. Tidak ada pembenaran atas amoralitas yang mana menjadi dasar dari pada kekerasan. Sementara itu, agama bersifat sakral yang mana sangat menjunjung dan mengedepankan perdamaian. Dengan demikian, agama mustahil mengajarkan kekerasan. Akan tetapi, sebagian umat beragama seringkali mengatasnamakan agama atas aksi kekerasannya sebagai legitimasinya.
Semua agama menolak kekerasan sebagai prinsip dalam melakukan suatu tindakan. Pada dasarnya kekerasan adalah prinsip yang bersifat amoral karena kekerasan selalu mengandaikan pemaksaan kehendak terhadap pihak lain yang berarti pelanggaran terhadap asas kebebasan dalam interaksi sosial. Karena itu, setiap tindakan kekerasan yang mengatasnamakan agama merupakan suatu sikap oxymoron (hal. 2).
Kekerasan yang mengatasnamakan agama pada dasarnya tidak ada pembenarannya. Barangkali, pelaku kekerasan yang mengatasnamakan agama berangkat dari penafsiran teks-teks kitab suci. Kitab suci merupakan pedoman bagi umat beragama karena dalam kitab suci tersebut mengandung ajaran-ajaran atau doktrin-doktrin.
Hanya saja, penafsiran antara seorang dengan orang yang lain tidaklah berakhir pada hasil yang sama. Penafsiran terhadap kitab suci terkadang disesuaikan dengan kultur, karakter manusia, kekuatan berpikir, politik, rasionalitas, dan pemahaman yang berbeda pada masing-masing mufassir (penafsir). Hal itu juga terjadi pada ayat-ayat yang melandasi aksi kekerasan yang mana ditafsirkan oleh mufassir sebagai argumen legitimasi atas aksi kekerasan tersebut.
Hal itu tidaklah benar adanya, meski bersumber dari teks kitab suci, akan tetapi akhirnya adalah terletak pada si mufassir itu. Jika mufassir itu menafsirkan demikian, maka itulah yang dianut sehingga melahirkan suatu implementasi dan pengamalan ajaran dari kitab suci. Namun jika dilihat dari sisi esensial agama, hal itu tentunya sangat kontradiktif mengingat agama pada dasarnya adalah misionaris perdamaian untuk kehidupan di dunia dan akhirat. Jadi mufassir yang menafsirkan ayat dari kitab suci sebagai landasan kekerasan adalah salah menafsirkan.
Agama dan kekerasan adalah dua persoalan yang saling menegasikan dan tidak mungkin dikonvergensikan dalam satu bentuk pemahaman yang utuh. Agama mengakui kekerasan sebagai perumpamaan dari realitas dunia yang tidak ideal, sarat dengan hawa nafsu dan keberdosaan. Karena itu kekerasan yang secara konstitutif inheren dalam agama justru diarahkan untuk menegasikan realisasi praktik-praktik kekerasan itu sendiri. Kekerasan dalam agama adalah hukuman yang dikenakan untuk anggota komunitas umat yang terbukti tidak mematuhi perintah Tuhan sebagaimana terdapat dalam ajaran agama (hal. 43).
Keterkaitannya dengan fenomena pengeboman hotel JW Marriott dan Ritz Carlton beberapa waktu lalu, pelaku dari pengeboman tersebut adalah teroris yang mengatasnamakan agama (Islam) dalam aksinya. Islam kemudian dijadikan sebagai kambing hitam atas sakralitas aksi terorisme yang dianggap sebagai jihad. Hal itu mengakibatkan citra Islam menjadi buruk di mata dunia. Dunia (terutama orang-orang Barat) mengklaim Islam sebagai agama teroris, yakni pembenar aksi-aksi terorisme. Padahal, Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin yang berarti rahmat (kasih sayang) bagi seluruh alam. Akan tetapi, makna tersebut menjadi terbalik menjadi ancaman (kekerasan) bagi seluruh alam, karena aksi para teroris tersebut.
Dengan membaca buku yang berjudul “Agama dan Kekerasan dalam Transisi Demokrasi di Indonesia”, para pembaca diajak untuk menyelami makna agama secara orisinil beserta ajarannya yang tidak mengajarkan kekerasan. Buku tersebut layak dipublikasikan dengan tujuan untuk menepis anggapan bahwa aksi terorisme atau kekerasan itu diajarkan oleh agama (Islam). Dengan demikian, umat beragama harus menyadari makna agama secara total sehingga doktrin kekerasan berkedok agama mampu ditepis.
"Agama dan Kekerasan dalam Transisi Demokrasi di Indonesia"
Judul Buku : Agama dan Kekerasan dalam Transisi Demokrasi di Indonesia
Penulis : Haqqul Yaqin
Penerbit : eLSAQ Press
Cetakan : pertama pada Agustus 2009
Tebal Buku : (x+196) halaman
Harga Buku : Rp. 20.000,-
Masa transisi adalah masa dimana keadaan di suatu pemerintahan dalam kondisi tidak menentu, disini yang dimaksud penulis adalah kondisi di Indonesia. Dalam kondisi serba tidak menentu itulah, agama yang seharusnya merupakan juru kedamaian, tiba-tiba muncul sebagai bagian dari fenomena-fenomena kekerasan yang terjadi di tanah air.
Pada dasarnya, semua agama adalah sama yaitu mengajarkan kepada umatnya untuk melakukan kebaikan. Semua agama menolak kekerasan bahkan mengutuk segala jenis kekerasan. Hanya saja karena kurang tepatnya melihat agama dari aspek kegunaannya (utility) serta penyimpangan dari aspek-aspek lainnya yang menyebabkan terjadinya tindak kekerasan massal di Indonesia.
Dalam buku ini, penulis memunculkan berbagai fakta serta beberapa argumen dari para ahli yang tercantum di beberapa buku membahas tentang perjalanan agama sebagai kepercayaan bagi para pemeluknya hingga peranan agama dalam demokrasi pemerintahan di Indonesia mulai dari momen awal kemerdekaan hingga pemerintahan reformasi.
Demokrasi sebagai sistem politik yang memiliki nilai-nilai universal, mengalami masa-masa fluktuasi di Indonesia. Momentum proklamasi 17 Agustus 1945 yang seharusnya menjadi tonggak bagi rakyat Indonesia untuk bebas dari keterbelengguannya dari penjajah. Namun dalam penerapannya demokrasi terpimpin di bawah Soekarno tidak jauh berbeda dengan saat berada di bawah kuasa kolonial. Kemudian Orde Lama runtuh dan digantikan oleh lahirnya Orde Baru sebagai momentum kedua. Dengan adanya pergantian ini diharapkan dapat menata diri bangsa Indonesia untuk memperbaiki kesalahan yang telah dilakukan orde sebelumnya. Namun momentum kedua ini pun tidak dapat berfungsi maksimal. Semangat awal yang mendasarkan diri pada ideologi Pancasila berubah menjadi bentuk penindasan terhadap rakyat dengan cara mereduksi hakikat kebebasan yang dimiliki rakyat baik secara ekonomi, politik, hukum dan budaya.
Era reformasi yang menandai berakhirnya kekuasaan Orde Baru merupakan momentum ketiga yang saat ini dimiliki bangsa Indonesia. Namun momen ini pun belum dapat menjadi salah satu model demokrasi ideal. Di masa transisi dari Orde Baru ke Era Reformasi, agama justru menjadi pemicu tindak kekerasan. Pada masa Orde Baru, kekerasan agama merupakan bagian dari kebijakan politik. Sehingga pada masa transisi ini, kekerasan agama menjadi fenomena yang complicatied. Kekerasan yang muncul tidak lagi hanya murni sebagai persoalan agama.
Secara garis besar, penulis ingin menyampaikan aspirasinya tentang penyebab kekerasan yang muncul pada masa transisi Orde Baru - Era Reformasi merupakan imbas dari kebijakan-kebijakan pemerintah sebelumnya (Orde Baru) yang menyebabkan masyarakat tertindas secara ekonomi, politik, budaya dan agamanya sendiri. Dan penulis mengharapkan agar tatanan demokrasi di Indonesia dapat berjalan sebagaimana mestinya sehingga dapat terciptanya Masyarakat Madani.
Penulis : Haqqul Yaqin
Penerbit : eLSAQ Press
Cetakan : pertama pada Agustus 2009
Tebal Buku : (x+196) halaman
Harga Buku : Rp. 20.000,-
Masa transisi adalah masa dimana keadaan di suatu pemerintahan dalam kondisi tidak menentu, disini yang dimaksud penulis adalah kondisi di Indonesia. Dalam kondisi serba tidak menentu itulah, agama yang seharusnya merupakan juru kedamaian, tiba-tiba muncul sebagai bagian dari fenomena-fenomena kekerasan yang terjadi di tanah air.
Pada dasarnya, semua agama adalah sama yaitu mengajarkan kepada umatnya untuk melakukan kebaikan. Semua agama menolak kekerasan bahkan mengutuk segala jenis kekerasan. Hanya saja karena kurang tepatnya melihat agama dari aspek kegunaannya (utility) serta penyimpangan dari aspek-aspek lainnya yang menyebabkan terjadinya tindak kekerasan massal di Indonesia.
Dalam buku ini, penulis memunculkan berbagai fakta serta beberapa argumen dari para ahli yang tercantum di beberapa buku membahas tentang perjalanan agama sebagai kepercayaan bagi para pemeluknya hingga peranan agama dalam demokrasi pemerintahan di Indonesia mulai dari momen awal kemerdekaan hingga pemerintahan reformasi.
Demokrasi sebagai sistem politik yang memiliki nilai-nilai universal, mengalami masa-masa fluktuasi di Indonesia. Momentum proklamasi 17 Agustus 1945 yang seharusnya menjadi tonggak bagi rakyat Indonesia untuk bebas dari keterbelengguannya dari penjajah. Namun dalam penerapannya demokrasi terpimpin di bawah Soekarno tidak jauh berbeda dengan saat berada di bawah kuasa kolonial. Kemudian Orde Lama runtuh dan digantikan oleh lahirnya Orde Baru sebagai momentum kedua. Dengan adanya pergantian ini diharapkan dapat menata diri bangsa Indonesia untuk memperbaiki kesalahan yang telah dilakukan orde sebelumnya. Namun momentum kedua ini pun tidak dapat berfungsi maksimal. Semangat awal yang mendasarkan diri pada ideologi Pancasila berubah menjadi bentuk penindasan terhadap rakyat dengan cara mereduksi hakikat kebebasan yang dimiliki rakyat baik secara ekonomi, politik, hukum dan budaya.
Era reformasi yang menandai berakhirnya kekuasaan Orde Baru merupakan momentum ketiga yang saat ini dimiliki bangsa Indonesia. Namun momen ini pun belum dapat menjadi salah satu model demokrasi ideal. Di masa transisi dari Orde Baru ke Era Reformasi, agama justru menjadi pemicu tindak kekerasan. Pada masa Orde Baru, kekerasan agama merupakan bagian dari kebijakan politik. Sehingga pada masa transisi ini, kekerasan agama menjadi fenomena yang complicatied. Kekerasan yang muncul tidak lagi hanya murni sebagai persoalan agama.
Secara garis besar, penulis ingin menyampaikan aspirasinya tentang penyebab kekerasan yang muncul pada masa transisi Orde Baru - Era Reformasi merupakan imbas dari kebijakan-kebijakan pemerintah sebelumnya (Orde Baru) yang menyebabkan masyarakat tertindas secara ekonomi, politik, budaya dan agamanya sendiri. Dan penulis mengharapkan agar tatanan demokrasi di Indonesia dapat berjalan sebagaimana mestinya sehingga dapat terciptanya Masyarakat Madani.
Minggu, 18 Juli 2010
RANGKAIAN LOGIKA
RANGKAIAN LOGIKA KOMBINASIONAL :
Outputnya bergantung pada keadaan nilai input pada saat itu saja.
Piranti : Rangkaian gerbang OR - AND - NOT, decoder, adder,
subtractor dan multiplexer.
RANGKAIAN LOGIKA SEKUENSIAL
Flip-flop (FF) : perangkat bistabil, hanya dapat berada pada salah satu
statusnya saja, jika input tidak ada, FF tetap mempertahankan
statusnya. Maka FF dapat berfungsi sebagai memori 1-bit.
Outputnya tidak hanya bergantung pada nilai input saat itu, tetapi
juga input-input sebelumnya (karakteristik memori).
Piranti : Flip-flop, register, dan counter.
Berdasarkan waktu sinyal, dibedakan menjadi :
• Rangkaian sekuensial sinkron
Operasinya disinkronkan dengan pulsa waktu yang dihasilkan oleh
pembangkit pulsa yang merupakan masukan bagi rangkaian.
Keluaran akan berubah hanya setiap adanya masukan pulsa
waktu, meskipun inputnya tidak berubah.
• Rangkaian sekuensial asinkron:
Operasinya hanya bergantung pada input, dan dapat dipengaruhi
setiap waktu.
MAU LEBIH LENGKAP KLIK DISINI ymukhlis.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/.../rangkaian+logika.pdf
Outputnya bergantung pada keadaan nilai input pada saat itu saja.
Piranti : Rangkaian gerbang OR - AND - NOT, decoder, adder,
subtractor dan multiplexer.
RANGKAIAN LOGIKA SEKUENSIAL
Flip-flop (FF) : perangkat bistabil, hanya dapat berada pada salah satu
statusnya saja, jika input tidak ada, FF tetap mempertahankan
statusnya. Maka FF dapat berfungsi sebagai memori 1-bit.
Outputnya tidak hanya bergantung pada nilai input saat itu, tetapi
juga input-input sebelumnya (karakteristik memori).
Piranti : Flip-flop, register, dan counter.
Berdasarkan waktu sinyal, dibedakan menjadi :
• Rangkaian sekuensial sinkron
Operasinya disinkronkan dengan pulsa waktu yang dihasilkan oleh
pembangkit pulsa yang merupakan masukan bagi rangkaian.
Keluaran akan berubah hanya setiap adanya masukan pulsa
waktu, meskipun inputnya tidak berubah.
• Rangkaian sekuensial asinkron:
Operasinya hanya bergantung pada input, dan dapat dipengaruhi
setiap waktu.
MAU LEBIH LENGKAP KLIK DISINI ymukhlis.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/.../rangkaian+logika.pdf
Rabu, 14 Juli 2010
CARA MEMBUAT WEBSITE / BLOG GRATIS
Cara membuat website / blog gratis penghasil uang
Ada banyak cara untuk mencari uang di internet. Salah satunya yaitu dengan membuat website lalu me-monitize istilahnya agar website tersebut bisa menghasilkan uang.
Pada saat ini memang sedang ngetrend di kalangan netter ( org yg hobby internet ) untuk mencari penghasilan tambahan. Pada umumnya mereka membuat website lalu mendaftar ke program2 affiliasi yg bisa menghasilkan uang di internet.
Bila anda mempunyai website yang sudah di monitize, maka penghasilan extra akan datang dengan sendirinya meskipun anda sedang tidur sekalipun. Hal ini dikarenakan website anda akan on line 24 jam sehari ,7 hari seminggu, dan pengunjung website anda yg mengklik iklan disana akan memberikan penghasilan tambahan untuk anda. Dan hal ini terjadi terus menerus tanpa anda harus monitor. Pokoknya begitu anda membuat website tersebut online maka ia punya potensi besar untuk menghasilkan uang.
Lalu berapa modal yg harus dikeluarkan untuk membuat website seperti itu ? Untuk saat ini bisa di pastikan anda tidak akan keluar uang sepeser pun kecuali untuk bayar sewa rental warnet / komputer, rokok dan minuman untuk menemani anda dalam membuat website atau blog.
Nah jika anda sudah selesai membuat website, ada beberapa program affiliasi gratis yg bisa anda ikuti saat ini. Diantaranya adalah :
Cara membuat website / blog anda menghasilkan uang lewat co.cc
(RECOMENDED - sudah terbukti membayar)
Perusahaan domain web gratis ini selain menawarkan domain gratis untuk website anda juga menawarkan kerja sama dengan orang orang yang telah mendaftar disana secara gratis.
Domain adalah alamat dari website anda. contohnya http://howtodiy.000webhost.com/. Sedangkan website adalah sekumpulan file html yang disimpan disuatu web server atau web hosting.
Jika anda ingin punya website yang gratis dan bisa menghasilkan bayaran dollar, saya sangat menyarankan anda ikutan di program ini.
Cara nya adalah dengan memberikan link referensi yg mengarahkan pengunjung website / blog anda ke website mereka. Dari setiap orang yg mendaftar, anda mendapat komisi USD 0.1. Kelihatannya sih kecil yah, kalo di konversi ke rupiah cuma sekitar 1.000 rupiah. Tapi coba anda bayangkan jika website/blog anda nantinya punya banyak pengunjung.
Setelah terkumpul minimal $ 1 maka komisi anda dpt dicairkan kapanpun lewat Paypal (jadi bisa dicairkan tiap hari). Klik disini untuk mendaftar http://www.co.cc
Ada banyak cara untuk mencari uang di internet. Salah satunya yaitu dengan membuat website lalu me-monitize istilahnya agar website tersebut bisa menghasilkan uang.
Pada saat ini memang sedang ngetrend di kalangan netter ( org yg hobby internet ) untuk mencari penghasilan tambahan. Pada umumnya mereka membuat website lalu mendaftar ke program2 affiliasi yg bisa menghasilkan uang di internet.
Bila anda mempunyai website yang sudah di monitize, maka penghasilan extra akan datang dengan sendirinya meskipun anda sedang tidur sekalipun. Hal ini dikarenakan website anda akan on line 24 jam sehari ,7 hari seminggu, dan pengunjung website anda yg mengklik iklan disana akan memberikan penghasilan tambahan untuk anda. Dan hal ini terjadi terus menerus tanpa anda harus monitor. Pokoknya begitu anda membuat website tersebut online maka ia punya potensi besar untuk menghasilkan uang.
Lalu berapa modal yg harus dikeluarkan untuk membuat website seperti itu ? Untuk saat ini bisa di pastikan anda tidak akan keluar uang sepeser pun kecuali untuk bayar sewa rental warnet / komputer, rokok dan minuman untuk menemani anda dalam membuat website atau blog.
Nah jika anda sudah selesai membuat website, ada beberapa program affiliasi gratis yg bisa anda ikuti saat ini. Diantaranya adalah :
Cara membuat website / blog anda menghasilkan uang lewat co.cc
(RECOMENDED - sudah terbukti membayar)
Perusahaan domain web gratis ini selain menawarkan domain gratis untuk website anda juga menawarkan kerja sama dengan orang orang yang telah mendaftar disana secara gratis.
Domain adalah alamat dari website anda. contohnya http://howtodiy.000webhost.com/. Sedangkan website adalah sekumpulan file html yang disimpan disuatu web server atau web hosting.
Jika anda ingin punya website yang gratis dan bisa menghasilkan bayaran dollar, saya sangat menyarankan anda ikutan di program ini.
Cara nya adalah dengan memberikan link referensi yg mengarahkan pengunjung website / blog anda ke website mereka. Dari setiap orang yg mendaftar, anda mendapat komisi USD 0.1. Kelihatannya sih kecil yah, kalo di konversi ke rupiah cuma sekitar 1.000 rupiah. Tapi coba anda bayangkan jika website/blog anda nantinya punya banyak pengunjung.
Setelah terkumpul minimal $ 1 maka komisi anda dpt dicairkan kapanpun lewat Paypal (jadi bisa dicairkan tiap hari). Klik disini untuk mendaftar http://www.co.cc
Bulan Rajab
"Perumpamaan bulan Rajab adalah seperti angin, perumpamaan bulan Sha'baan adalah seperti gumpalan awan dan perumpamaan bulan Ramadhan adalah seperti hujan; barangsiapa tidak menanam dan menabur benih pada bulan Rajab, dan tidak mengairinya pada bulan Sha'baan, bagaimana dia akan menuainya pada bulan Ramadhan?"
Selasa, 13 Juli 2010
Liverpool: Cedera Torres Mungkin Tak Serius
Fernando Torres menuntaskan partai Piala Dunia 2010 dengan kemenangan dan cedera. Striker Spanyol dan Liverpool itu diduga mengalami masalah pada ototnya.Kondisi pasti Torres sejauh ini belum diketahui, karena yang bersangkutan belum menjalani tes medis terkait cederanya itu. Torres masih merayakan kemenangan Spanyol di Piala Dunia 2010 dan dalam waktu dekat akan menjalani liburan.Meski begitu, tim medis Liverpool optimistis cedera Torres tidak serius, berdasarkan laporan awal yang mereka terima dari tim medis Spanyol."Kami sudah melakukan kontak dengan tim medis Spanyol dan mereka berpikir cederanya tidak terlalu serius," kata dokter tim Liverpool Dr Peter Brunker yang dikutip Soccernet, Selasa (13/7)."Ia mengalami masaah pada ototnya, tapi mereka tidak memiliki kesempatan untuk memeriksanya sekarang ini.""Fernando akan menjalani pemeriksaan di waktu yang tepat dan mungkin akan menjalani pemindaian besok dan beberapa staf medis Liverpool akan menyusul ke Madrid dalam minggu ini untuk mengetahui secara pasti cedera dan mengatur masa rehabilitasinya.""Untuk saat ini, kami menilai cederanya tidak serius. Kami tak bisa berkata lebih banyak untuk saat ini sampai hasil akhir pemeriksaan diketahui," jelasnya.
Fernando Torres menuntaskan partai Piala Dunia 2010 dengan kemenangan dan cedera. Striker Spanyol dan Liverpool itu diduga mengalami masalah pada ototnya.Kondisi pasti Torres sejauh ini belum diketahui, karena yang bersangkutan belum menjalani tes medis terkait cederanya itu. Torres masih merayakan kemenangan Spanyol di Piala Dunia 2010 dan dalam waktu dekat akan menjalani liburan.Meski begitu, tim medis Liverpool optimistis cedera Torres tidak serius, berdasarkan laporan awal yang mereka terima dari tim medis Spanyol."Kami sudah melakukan kontak dengan tim medis Spanyol dan mereka berpikir cederanya tidak terlalu serius," kata dokter tim Liverpool Dr Peter Brunker yang dikutip Soccernet, Selasa (13/7)."Ia mengalami masaah pada ototnya, tapi mereka tidak memiliki kesempatan untuk memeriksanya sekarang ini.""Fernando akan menjalani pemeriksaan di waktu yang tepat dan mungkin akan menjalani pemindaian besok dan beberapa staf medis Liverpool akan menyusul ke Madrid dalam minggu ini untuk mengetahui secara pasti cedera dan mengatur masa rehabilitasinya.""Untuk saat ini, kami menilai cederanya tidak serius. Kami tak bisa berkata lebih banyak untuk saat ini sampai hasil akhir pemeriksaan diketahui," jelasnya.
Langganan:
Postingan (Atom)